- Catatan Pribadi
Mungkin Kami Memang Sedang Belajar Sendiri
Belakangan ini aku mulai memahami bahwa tidak semua hal harus segera dimiliki. Ada sesuatu yang memang harus datang pada waktunya, dan ada pula hal-hal yang...
Enchanted - Taylor Swift

Belakangan ini aku mulai memahami bahwa tidak semua hal harus segera dimiliki. Ada sesuatu yang memang harus datang pada waktunya, dan ada pula hal-hal yang harus kita jalani sendiri, bukan karena kita ditinggalkan, tetapi karena dari sanalah kita belajar menjadi seseorang yang lebih kuat. Mungkin sekarang memang waktunya untuk sendiri. Maka biarlah. Aku tidak ingin terlalu sibuk bertanya kapan seseorang akan datang, siapa orangnya, atau seperti apa akhirnya nanti. Ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa kupaksa untuk terjadi hanya karena aku menginginkannya. Dan mungkin, salah satu bentuk kedewasaan adalah belajar menerima itu.
Aku percaya bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Ada yang bertemu lebih awal, ada yang baru dipertemukan setelah melewati banyak hal. Ada yang harus berkali-kali belajar tentang kehilangan sebelum akhirnya memahami arti memiliki. Aku tidak perlu membandingkan jalanku dengan jalan orang lain. Kalau hari ini orang lain sudah sampai pada sesuatu yang belum kumiliki, bukan berarti aku tertinggal. Barangkali memang belum waktunya. Dan kalau memang belum waktunya, tidak ada alasan untuk memaksanya. Aku akan tetap berjalan. Pelan pun tidak apa-apa. Yang penting tetap bergerak.
Mungkin di suatu tempat, ada seseorang yang juga sedang menjalani hidupnya. Aku tidak tahu siapa dia. Mungkin kami bahkan pernah berada di tempat yang sama tanpa saling mengenal. Mungkin sekarang ia sedang sibuk dengan hidupnya sendiri, sama seperti aku. Dan sebenarnya tidak perlu ada yang perlu ditunggu, karena hidup bukan ruang tunggu. Aku tidak ingin menjadikan kehadiran seseorang sebagai alasan untuk merasa bahwa hidupku baru akan lengkap. Selama belum dipertemukan, aku tetap punya banyak hal untuk dikerjakan. Ada mimpi yang harus dikejar, ada tanggung jawab yang harus diselesaikan, dan ada diri sendiri yang masih harus terus diperbaiki. Jadi untuk sekarang, mungkin memang cukup begitu.
Kalau suatu hari nanti kami dipertemukan, semoga itu terjadi ketika kami sama-sama sudah memahami bahwa kebersamaan bukanlah tempat untuk melarikan diri dari kesendirian, tetapi pilihan dua orang yang sudah cukup kuat untuk menjalani hidupnya masing-masing. Aku tidak mencari seseorang untuk menyelamatkanku dari hidup yang sulit. Begitu pula aku tidak ingin menjadi seseorang yang harus menyelamatkan orang lain dari hidupnya. Barangkali yang lebih baik adalah berjalan bersama ketika masing-masing sudah belajar berdiri dengan kakinya sendiri. Sebab hidup akan tetap memiliki hari-hari yang berat. Tetap ada kecewa, tetap ada perbedaan, dan tetap ada keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ketika semua itu datang, semoga kami cukup dewasa untuk tidak mudah menyerah hanya karena kenyataan tidak selalu sesuai harapan.
Aku juga mulai belajar bahwa tidak semua kehilangan harus disesali. Tidak semua perpisahan harus dianggap sebagai kegagalan. Dan tidak semua sesuatu yang kita inginkan harus menjadi milik kita. Ada hal-hal yang memang cukup kita terima, kita pelajari, kemudian kita lepaskan. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena kita tahu bahwa memaksakan sesuatu yang tidak lagi berada dalam kendali kita hanya akan membuat langkah menjadi semakin berat. Yang bisa kulakukan hanyalah menjalani bagian yang menjadi tanggung jawabku, memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, menjaga apa yang masih ada, dan menerima apa yang memang berada di luar kendali. Sisanya, biarlah waktu yang menjawab.
Jadi kalau memang suatu hari nanti ada seseorang yang datang, aku berharap kami tidak bertemu karena sama-sama takut sendirian. Semoga kami bertemu karena sama-sama sudah belajar menikmati hidup. Karena pada akhirnya, mungkin cinta yang paling sehat bukan tentang dua orang yang tidak bisa hidup tanpa satu sama lain, melainkan dua orang yang sebenarnya mampu berjalan sendiri, tetapi memilih untuk berjalan berdampingan.
Dan kalau ternyata waktunya masih panjang, aku tidak keberatan. Aku masih punya banyak perjalanan yang harus ditempuh, banyak hal yang harus dipelajari, dan banyak versi diriku yang masih harus kutinggalkan. Aku tidak tahu kapan semuanya akan sampai pada tempatnya. Tetapi untuk pertama kalinya, aku tidak merasa perlu mengetahui semuanya sekarang. Cukup jalani hari ini dengan baik. Besok akan datang sebagaimana mestinya.
Dan jika suatu hari nanti kami benar-benar dipertemukan, semoga saat itu aku tidak lagi bertanya, “kenapa baru sekarang?” Melainkan hanya tersenyum dan berpikir,
“Oh... ternyata selama ini kita memang sedang belajar sendiri-sendiri.”

