Akhirnya Sidang...
Setelah melewati fase penuh ketidakpastian yang rasanya menggantung tanpa kepastian, akhirnya saya bisa merasakan momen sidang skripsi. Artikel kami akhirnya...
Selamat Merayakan - For Revenge & Lomba Sihir

Setelah melewati fase penuh ketidakpastian yang rasanya menggantung tanpa kepastian, akhirnya saya bisa merasakan momen sidang skripsi. Artikel kami akhirnya terbit juga, horeee!
Jujur, sempat ada masa saya merasa hopeless. Waktu yang tersisa sangat mepet untuk bisa ikut periode wisuda terdekat, sementara status artikel masih “dalam peninjauan” dan tak kunjung berubah, tersangkut lama di tahap review. Rasanya pasrah saja waktu itu. Namun tak lama kemudian, status artikel milik Lauren berubah lebih dulu. Dari situ, mulai muncul secercah harapan buat saya.
Sisanya, biarlah jadi bagian yang malas saya kenang ulang.
Singkat cerita, jadwal sidang akhirnya keluar secara mendadak. Saat itu saya belum menyiapkan apa-apa selain artikel yang baru saja terbit. Keesokan harinya, saya langsung bergerak menyiapkan semua yang dibutuhkan dengan kemampuan terbaik yang saya punya, mulai dari draft sidang hingga bahan presentasi. Untuk presentasinya sendiri baru selesai pada pagi hari, tepat sebelum sidang dimulai. Benar-benar dag dig dug penuh drama.

Pamflet ini dibuat dengan sepenuh hati, sehingga saya pun memilih untuk tidak lagi belajar materi sidang di hari terakhir sebelumnya.

Ini foto sesudah sidang. Rasanya masih plenger, bingung mau ngurus yang mana duluan, persyaratan wisuda atau selebrasi, soalnya sidang saya cuma seminggu sebelum periode sidang untuk wisuda September ditutup.

Ini waktu fotbar di dekat rektorat, Daffa & Novan

Disini ada Dinda, Jenni, Tesha dan Rose

Disini ada Kurt, Reta, Reni, dan Ade

Ini Adit & Selta, Partner seperjuangan dari SMK dulu hehehee
Dah itu aja

